Cara Menghitung dan Membaca Jangkar Sorong dengan Mudah

Menghitung Jangkar Sorong


Jangka sorong merupakan alat ukur besaran panjang. Jangka sorong memiliki skala terkecil 0,1 mm. Ketelitian rata-rata jangka sorong adalah 0,05 mm. Jangka sorong memiliki skala yaitu skala utama dalam satuan cm dan skala Nonius dalam satuan mm. Bagian lain dari jangka sorong adalah rangah tetap atas dan bawah yang tidak bisa digeser-geser, rahang geser atas dan bawah yang bisa digeser, dan pengunci putar. Lebih jelas lihat pada gambar.

Tingkat Ketelitian Jangkar Sorong

Jangka sorong memiliki nonius dengan panjang 9 mm yang terbagi atas 10 skala yang sama. Pembagian ini mengakibatkan beda satu skala nonius dan satu skala utama sebesar 0,1 mm atau 0,01 cm. Dengan demikian, ketelitian jangka sorong sebesar 0,1 mm.

 Cara Menggunakan Jangka Sorong



Dalam memakai jangka sorong pertama-tama ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan yaitu :

1. Pertama-tama kendorkan baut pengunci kemudian geser rahang geser untuk mengetahui apakah rahang geser berfungsi dengan baik. Pastikan saat kedua rahang menutup jangka sorong harus tepat menunjukan angka nol. Jika tidak bersihkan kedua bagian dalam rahang mungkin terdapat kotoran, Jika masih belum menunjukan angka nol atur ke angka nol.

2. Langkah yang kedua yaitu pastikan permukaan benda yang akan diukur dalam keadaan bersih karena jika terdapat kotoran bisa menyebabkan hasil pengukuran yang salah, Selain permukaan benda bersihkan juga permukaan rahang.

3. Tutup kedua rahang hingga mengapit benda ukur, Tentukan posisi benda ukur sesuai dengan pengukuran yang akan diambil. Kemudian tinggal membaca skalanya.

Cara Menggunakan Jangka Sorong untuk Menghitung dan Mengukur Diamater

Untuk penggunaan mengukur diameter luar kita menggunakan rahang bagian dalam, sedangkan untuk mengukur diameter dalam sebuah benda misal pipa kita menggunakan rahang bagian luar.
Untuk mengukur diameter dalam kita rapatkan rahang kemudian tempatkan benda ukur, kemudian tarik rahang geser hingga kedua rahang menempel pada bagian dalam benda ukur.  Kemudian pastikan dinding bagian dalam benda tegak lurus dengan skala, artinya posisi benda jangan miring.

Cara Menggunakan Jangka Sorong untuk Mengukur Kedalaman

Pada prinsipnya penggunaan untuk mengukur kedalaman dengan diameter adalah sama hanya bagian yang digunakan untuk mengukur yang membedakannya. Caranya tempatkan benda yang akan diukur dalamnhya pada tangkai ukur. Kemudian tariklah rahang geser hingga bagian pengukur kedalaman menyentuh permukaan benda tersebut. Pastikan saat proses pengukuran benda dalam keadaan tegak lurus dan tidak bergerak.

Cara Membaca Jangka Sorong



Mula-mula perhatikanlah skala nonius yang berimpit dengan salah satu skala utama. Kemudian hitung berapa skala sampai ke angka 0. Perhatikan gambar dibawah ini, skala nonius yang berimpit dengan skala utama adalah 4 skala. Maksudnya angka tersebut 0,4 milimeter. Kemudian lihatlah skala utama. Pada skala utama, setelah angka 0 mundur ke belakang menunjukkan angka 4.7 centimeter. 

Kemudian jumlahkan sehingga diameter benda yang diukur sama dengan 4,7 centimeter + 0,4 milimeter = 4,74 centimeter.

cara membaca jangka sorong

Ada beberapa trik sederhana yang dapat dipakai membaca jangka sorong dengan mudah, yaitu sebagai berikut ini :


  • Lihat dan pastikan angka yang ditunjukkan pada skala utama yang tepat terletak sebelum angka nol skala nonius di jangka sorong.
  • Kemudian tentukan angka pada skala nonius yang berimpit atau segaris dengan skala utama, lalu kalikan dengan angka ketelitian jangka sorong yang dipakai.
  • Kemudian jumlahlah angka yang didapat dari kedua langkah diatas.
Fungsi Jangka Sorong
  1. Untuk mengukur panjang suatu benda dengan ketelitian 0,1 mm (rahang tetap dan rahang geser bawah)
  2. Rahang tetap dan rahang geser atas, untuk mengukur diameter benda yang sangat kecil misalnya cincin, pipa, dll 
  3. Tangkai ukur dibagian bawah, untuk mengukur kedalaman misalnya kedalaman tabung, lubang kecul, atau perbedaan tinggi yang kecil.