Pengertian Pemanasan Global, Penyebab dan Dampak Global Warming

Artikel terkait : Pengertian Pemanasan Global, Penyebab dan Dampak Global Warming


Pemanasan Global kutub Mencari
Kutub Es yang mencari karena Pemanasan Global

Teman - teman pasti tahu bahwa bumi yang kita tingali ini semakin lama semakin tua dan rapuh, akibat ulah dari aktifitas manusia yang banyak menyebabkan kerusakan pada bumi tercina. Kali ini saya mau memberitahu apa si itu pemanasan global atau sering disebut juga global warming

Kenaikan suhu Bumi meningkat hampir dua kali lipat dari 50 tahun lalu. Tingkat kecepatan dan pola pemanasan ini, menurut para ilmuwan, tidak dapat dijelaskan hanya dengan siklus alami, tetapi juga mencakup efek rumah kaca yang disebabkan oleh manusia. Artikel kali ini akan membahas tentang Pemanasan Global ( global warming ) dari Pengertian, Penyebab dan Dampaknya.

A. Pengertian Pemanasan Global

Pemanasan global adalah naiknya suhu di permukaan bumi yang disebabkan oleh peningkatan keluaran (emisi) gas rumah kaca, seperti; karbondioksida, metana, dinitro oksida, hidrofluorokarbon, perfluorokarbon, dan sulfur heksafluorida di atmosfer. Selama 20 abad ini, kenaikan suhu diperkirakan mencapai 0,3-0,8°C. Untuk 100 tahun kedepan, kenaikannya diperkirakan mencapai 4°C. Kenaikan suhu ini dapat merubah iklim sehingga menyebabkan perubahan pola cuaca yang dapat menimbulkan peningkatan dan perubahan curah hujan, angin dan badai, serta terjadinya bencana alam yang dapat memakan banyak korban jiwa.

B. Faktor Penyebab Pemanasan Global

Banyak faktor - faktor yang menyebabkan Pemanasan Global atau Global Warming salah satunya ialah karena dampat dari perbuatan manusia yang mengakibatkan rusaknya bumi

  1. Efek dari Rumah Kaca
    Pengertian Efek Rumah Kaca adalah terjadinya suatu proses pemanasan pada permukaan dari suatu benda yang berada di langit yang terjadi dan disebabkan oleh adanya komposisi serta keadaan lingkar atmosfernya tersebut, contohnya adalah planet-planet, satelit buatan indonesia yang berterbangan diangkasa dan sebagainya yang menghimpun di angkasa raya. bisa kita rasakan saat ini betapa bumi sudah menjadi terasa amat panas sekali dan juga mengakibatkan terjadinya tenaga eksogen dan endogen di bumi.
  2.  Meninkatnya gas Rumah Kaca
    Meningkatnya suhu yang terjadi di permukaan bumi akan dapat mengakibatkan terjadi adanya perubahan cuaca (iklim) yang sangat dahsyat di permukaan bumi. Hal tersebut dapat saja mengakibatkan terganggunya kehidupan hutan beserta ekosistem lain akan terganggu, sehingga hal tersebut dapat mengurangi komposisi kemampuannya untuk dapat membantu menyerap karbon dioksida yang ada di atmosfer bumi.
  3. Penggunan CFC yang semakin banyak
    Chloro Fluoro Carbon (CFC) adalah sejenis emisi yang dapat menyebabkan kerusakan lapisan ozon (lapisan pelindung bumi dari sinar ultraviolet). CFC juga disebut freon. Perannya dalam merusak lapisan ozon dikarenakan banyaknya freon yang dilepaskan ke udara dan bereaksi dengan lapisan ozon. Lapisan ozon memiliki 3 atom oksigen (O3) sementara CFC (freon) yang lepas ke udara dan bereaksi dengan ozon menyebabkan atomnya menjadi O2. Ozon pun berkurang (menipis) bahkan berlubang.
  4.  Penebangan Hutan Liar
    Semakin banyak hutan-hutan yang di tebang oleh manusia, semakin banyak juga CO2 yang tidak di serap oleh pepohonan. Hal ini mengakibatkan terjadinya pemanasan global karena terlalu banyaknya karbondioksida.
  5. Polusi Kendaraan
    Kendaraan bermotor kini merupakan hal yang sangat lazim kita saksikan berkeliaran di sepanjang jalan raya. Mulai dari kendaraan roda dua sampai roda empat, mulai dari kendaraan umum sampai kendaraan pribadi. Tentunya kendaraan bermotor ini mengeluarkan asap yang mengandung CO2, yaitu hasil pembakaran yang tidak sempurna, sehingga dapat mengganggu proses pernapasan bagi manusia. Di samping itu, asap kendaraan bermotor juga dapat menyebabkan polusi udara yang sangat mencemari dan merusak lingkungan.
  6. Pemborosan Penggunaan Listrik
    Boros menggunakan listrik juga dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. Karena adanya penguapan pada listrik jika listrik terlalu sering digunakan. Seharusnya pemakaian listrik digunakan secara efisien sesuai dengan keperluan sehingga tidak menyebabkan pemanasan global, walaupun tidak terlalu berpengaruh namun bisa menambah gas karbondioksida sehingga cepat terjadinya pemanasan global.

C. Dampak Pemanasan Global

Ada banyak dampak dari Pemanasan Global atau Global Warming yang di sebabkan oleh faktor-faktor di atas, berikut merupakan dampak dari pemanasan global.

( Baca : Upaya Mencegah Dampak Pemanasan Global )

1. Perubahan Cuaca dan Iklim pada Bumi

Pemanasan global ini membuat suhu rata- rata di Bumi menjadi meningkat. Meningkatnya suhu rata- rata di Bumi ini tidak hanya membuat Bumi menjadi terasa lebih panas, banyak makhluk hidup yang mati, bahkan juga akan membuat pergantian musim menjadi tidak stabil. Pergantian musim yang tidak stabil ini membuat musim yang ada sebelumnya menjadi sulit diprediksi pergantiannya. Terkadang satu musim lebih lama terjadi daripada musim yang lainnya.  

Dampak Perubahan pada Cuaca dan Iklim di tandai dengan
  • Gunung-gunung es akan mencair, dan akan lebih sedikit es yang terapung di laut
  • Di Daerah subtropis, bagian pegunungan yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta salju akan lebih cepat mencair.  Melelehnya es di Puncak Jayawijaya, Papua, merupakan fenomena yang menegaskan bahwa telah terjadi peningkatan suhu di Indonesia. 
  • Air tanah akan lebih cepat menguap sehingga beberapa daerah menjadi lebih kering dari pada sebelumnya. 
  • Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrem; terjadi hujan ekstrem atau kekeringan ekstrem di berbagai wilayah .
  • Angin akan bertiup lebih kencang dengan pola berbeda sehingga akan terbentuk angin puting beliung. 
  • Curah hujan akan meningkat dan badai akan sering terjadi.
2. Meningkatnya Volume Permukaan Air Laut 

Karena semakin memanasnya udara di bumi akibat dari efek rumah kaca maupun dari polusi yang di timbulkan oleh aktifitas manusia yang mengakibatkan semakin panasnya suhu bumi. Hal ini menimbulkan mencairnya es di kutub utara maupun kutub selatan sehingga volume air laut semakin meningkat.
Hal yang terjadi jika Naiknya permukaan air laut
  • Jika kenaikan permukaan air laut sekitar 100 cm, maka wilayah Belanda akan tenggelam 6%, banglade 17,5%, dan banyak pula-pulau yang hilang. di Indonesia akan banyak pulau yang akan tenggelam sekitar 405.000 hektar daratan indonesia tenggelam di garis pantai 81.000 kilometer. 
  • Jika mencapai muara sungai, akan terjadi banjir akibat air pasang di daratan
  • Pengaruh kenaikan air laut akan cepat terlihat dari ekosistem pantai. Daerah rawa-rawa pantai semakin meluas. 
3. Mencairnya Es di Kutub Utara dan Kutub Selatan

Wilayah kutub bumi adalah daerah yang mengelilingi kutub. Kutub Utaradan Kutub Selatan merupakan pusatnya yang didominasi oleh es. Es kutub kinimulai menghilang secara perlahan akibat dari pemanasan global. Pada dasarnya,daerah Kutub Utara (Antartika) adalah laut beku yang dikelilingi oleh tanah sehingga dapat dihuni oleh hewan ataupun manusia. Sebaliknya, Antartika atau Kutub Selatan ternyata terdiri dari benua - benua dengan pegunungan dan danau yang dikelilingi oleh lautan sehingga tidak dapat dihuni oleh manusia.

Berikut artikel menggenaik Pemanasan Global atau Global Warming, semoga dapat memberikan pengetahuan untuk anda dan dapat membantu anda.

Artikel AkuCari.Info Lainnya :

Copyright © 2017 AkuCari.Info | Kumpulan Artikel, Makalah dan Info Pendidikan.