Apa itu Protozoa? Pengertian, Filum, Ciri-Ciri, Klasifikasi dan Reproduksi

Artikel terkait : Apa itu Protozoa? Pengertian, Filum, Ciri-Ciri, Klasifikasi dan Reproduksi

Gambar Protazoa
Apa Itu Protazoa?, halo teman-teman AkuCari.Info kali ini saya akan menyampaikan artikel mengenai Protazoa atau yang disebut Protista mirip Hewan. apa teman-temen sendiri sudah mengetahui pengertian dari Protazoa, ciri-ciri Protazoa, klasifikasi protazoa dan contoh apa saja protazoa. Definisi protazoa secara umum adalah organisme seluler yang bersifat eukariotik dengan tidak memiliki dinding sel dan heterotrof serta dapat bergerak.
Bisa dikatakan bahwa semua golongan dari kelas protozoa adalah eukariota. Bisa disebut seperti itu karena mempunyai bagian inti sel yang sejati (maksudnya terikat pada bagian membran). Protozoa juga termasuk kategori nonfilamentous (tergolong dalam sekelompok jamur, mempunyai filamen yang biasa disebut dengan hifa).

Protozoa dapat bergerak dengan menggunakan alat geraknya, yaitu pseudopodia (kaki semu), silia (rambut getar), atau flagela (bulu cambuk). Dalam kajian evolusi, Protozoa diduga merupakan cikal bakal organisme hewan yang sangat kompleks. Protozoa terdiri dari sekitar 65 ribu jenis yang sudah dikenali. 

Pengertian Protazoa

Protozoa adalah organisme yang bersel tunggal, dimana beberapa spesies mempunyai lebih dari satu nukleus (inti sel) pada bagian atau seluruh daur hidupnya. Seperti halnya sel pada tubuh makhluk hidup lainnya, sel protozoa dilapisi oleh tiga lapisan uni membran yang didalamnya terdapat ektoplasma, endoplasma dan nukleus. Dalam endoplasma ditemukan nukleus, mitokondria, badan golgi dan sebagainya, sedangkan ektoplasma ditemukan flagela , cilia dan sebagainya
Protozoa pada dasarnya bergerak menggunakan 4 tipe organela yang merupakan bagian dari ektoplasma yaitu:
  1. Flagella: bentuk langsing seperti rambut tunggal yang panjang
  2. Cilia: Bentuk flagela yang kecil dan lebih pendek
  3. Pseudopodia: Organela sementara yang menonjol biasanya digunakan untuk bergerak/menangkap makanan.
  4. Gerigi undulata: Pergerakan dengan menggunakan bentuk gelombang dari sel dengan pergerakan dari belakang kedepan dan sebaliknya.

Ciri-Ciri Protozoa

  1. Organisme uniseluler (bersel satu ) 
  2. Bersifat eukariotik (memiliki inti sel yang terbungkus oleh membran)  
  3. Tidak memiliki dinding sel 
  4. Heterotrof (umumnya tidak dapat membuat makanan sendiri) 
  5. Hidup dengan sendiri (soliter) atau berkelompok (koloni)
  6. Hidup bebas secara parasit, bebas, dan sporofit
  7. Memiliki alat gerak yang berupa silia, flagela dan pseudopodia
  8. Memiliki ukuran tubuh sekitar 100-300 mikron

Protazoa berdasarkan alat geraknya terdapat 4 filum ( Jenis ) yaitu :

1. Filum Rhizopoda (Sarcodina)
     
Ciri-ciri Rhizopoda sebagai berikut.
  • Tidak memiliki bentuk yang tetap.
  • Bergerak dan menangkap makanannya dengan kaki semu (pseudopodia) yang merupakan penjuluran sitoplasma tubuhnya. Rhizopoda bergerak dengan menjulurkan kaki semunya untuk berpindah tempat.
  • Ada yang hidup bebas di alam dan ada yang parasit.
  • Makanannya berupa bakteri atau bahan organik lain.
  • Berkembang biak dengan membelah diri.
Contoh anggota Rhizopoda adalah Amoeba sp., Foraminifera yang digunakan sebagai petunjuk dalam penyelidikan tanah yang mengandung minyak bumi, dan Radiolaria yang membentuk tanah radiolaria yang bermanfaat sebagai alat penggosok.

2. Filum Fagellata (Mastigophora)

Filum Flagellata memiliki ciri khas yaitu memiliki alat gerak berupa bulu cambuk (flagela) yang berstruktur mirip cambuk yang panjang. Bulu cambuk ini digunakan dengan mencambukkan bulu cambuk ke arah yang diinginkan dan menggunakannya untuk memindahkan dirinya sendiri.

Ciri-ciri dari flagelata adalah sebagai berikut :
  • Mempunyai sifat autotrof.
  • Untuk bertahan hidup flagelata memakan zat organik yang terdiri dari larutan.
  • Pembelahan diri dilakukan dalam bentuk memanjang.
  • Proses reproduksinya dengan cara aseksual.
  • Ukuran secara fisik berkisar antara 35 sampai 60 um.
  • Alat yang digunakan untuk bergerak ialah flagel.
  • Bagian tubuh dari flagelata tersusun tanpa adanya rangka.
  • Sel yang ada, tidak mempunyai bentuk yang tetap, artinya bisa berubah-ubah.
  • Habitatnya berada di daerah perairan air tawar.
  • Mempunyai sel satu.
  • Jika dilihat secara umum mempunyai bagian kloroplas


Contoh Flagellata adalah Trypanosoma sp. yang hidup secara parasit dalam darah manusia dan vertebrata lainnya, berkembang biak dengan membelah diri, dan menyebabkan penyakit tidur pada manusia. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan lalat tse-tse.

3. Filum Ciliata (Cilliophora)

Ciliata bergerak dengan bulu getar (silia) yang selalu bergetar untuk mendorong tubuhnya ke arah yang diinginkan seperti gerakan mendayung perahu. Selain itu, silia bisa digunakan untuk mengambil makanan.Ciliata berkembang biak secara vegetatif (aseksual) dengan membelah diri dan secara generatif (seksual) dengan cara konjugasi.

Ciri-ciri dari Ciliata adalah sebagai berikut :
  • Mempunyai 2 bagian inti sel yakni bagian alat reproduksi seksual dan juga alat reproduksi aseksual.
  • Proses reproduksi yang dilakukan dengan cara seksual yakni melalui konjugasi.
  • Proses reproduksi yang dilakukan dengan cara aseksual yakni melalui proses pembelahan diri.
  • Mempunyai bagian alat yang digunakan untuk bergerak dalam bentuk rambut getar yang terdapat di bagian dinding sel.
  • Mempunyai bagian celah mulut yang sudah dilengkapi dengan bagian anus sel.
  • Habitatnya bisa ditemukan di area air tawar yang terdapat banyak kandungan zat organik.
  • Mempunyai sel satu.
  • Mempunyai bentuk pada bagian tubuh yang tidak berubah-ubah atau tetap.
Contoh Ciliata adalah Paramaecium sp. Paramaecium disebut juga hewan sandal, karena bentuknya menyerupai telapak sandal. terdapat mulut sel pada permukaan membrane sel yang melekuk. Air dan makanan masuk ke mulut sel dengan getaran silia. Makanan yang masuk ke mulut sel lalu masuk ke kerongkongan sel, lalu ke vakuola makanan. Vakuola makanan beredar dalam sel sambil mencerna makanan. Sisa makanan berbentuk cair dikeluarkan melalui vakuola berdenyut/vakuola kontraktil, sementara sisa makanan berbentuk padat dikeluarkan melalui vakuola makanan yang pecah saat menepi ke membran sel. Contoh Ciliata yang lain adalah Vorticella dan Stentor.

4. Filum Sporozoa

Filum ini berbeda dengan filum sebelumnya—anggota filum ini tidak mempunyai alat gerak. Disebut Sporozoa karena dalam tahap tertentu dalam hidupnya, dapat membentuk sejenis spora. Biasanya hidup sebagai parasit pada tubuh hewan maupun manusia. 

Ciri-ciri dari Sporozoa adalah sebagai berikut :
  • Melakukan reproduksi dengan cara seksual bisa ditemukan pada nyamuk melalui proses peleburan terhadap dua gamet.
  • Melakukan reproduksi dengan cara aseksual ditemukan pada sporozoa melalui proses pembentukan spora pada bagian tubuh inang (biasa disebut dengan sporogoni) atau bisa juga melalui proses pembelahan diri pada bagian tubuh inang (biasa disebut dengan schizogoni).
  • Mempunyai sifat parasit yang bisa ditemukan pada manusia dan juga hewan.
  • Mempunyai sel satu.
  • Tidak mempunyai peralatan untuk bergerak pada anggota tubuhnya
Contoh anggota Sporozoa adalah Plasmodium sp., penyebab penyakit malaria. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles sp.

Repoduksi pada Protozoa

Pada protozoa proses reproduksi akan terjadi melalui cara seksual dan juga aseksual. Namun proses reproduksi yang sering dilakukan adalah melalui cara aseksual yakni dengan pembelahan biner. Tahap pembelahan menggunakan cara mitosis yang hasilnya akan terbentuk dua sel anakan.

Dari beberapa jenis protozoa seperti halnya plasmodium akan melakukan proses reproduksi melalui cara aseksual dengan menggunakan skizogoni. Yang pada umumnya terjadi dibagian dalam sel inang, selanjutnya masing-masing bagian yang terdapat pada inti akan diusir menuju keluar secara bersamaan beserta bagian dari sitoplasma sehingga pada akhirnya terbentuklah protozoa baru.

Sedangkan proses reproduksi melalui cara seksual yang terjadi pada protozoa bisa terjadi dengan cara konjugasi, yang akan menggabungkan berbagai materi genetik yang diambil dari bagian sel satu ke bagian sel yang lainnya. Bisa juga dengan menggunakan gamet melalui bantuan orang lain untuk melakukan perkawinan sehingga membentuk zigot.

Proses reproduksi secara seksual yang terjadi pada plasmodium ialah nyamuk, zigot yang dihasilkan akan mengalami proses mitosis sehingga akan menghasilkan banyak sporozoit.



Artikel AkuCari.Info Lainnya :

Copyright © 2017 AkuCari.Info | Kumpulan Artikel, Makalah dan Info Pendidikan.