Jumat, 21 Februari 2020

Bagaimana Cara Masuk ke BIOS Setup ?

Sebagaimana kita ketahui bahwa semua jenis komputer termasuk Laptop memiliki BIOS. BIOS pada Komputer memiliki peranan yang sangat vital. Beberapa kegunaan BIOS adalah untuk mengatur semua fungsi hardware yang terpasang pada komputer dan juga digunakan untuk mengatur boot order / urutan proses boot.

Bagaimana Cara Masuk ke BIOS Setup ?
Bios Mode


Untuk bisa masuk kedalam BIOS, tergantung dari merk BIOS yang digunakan oleh Motherboard. Beberapa merk BIOS yang banyak digunakan saat ini adalah Award Bios, Phoenix Bios, Ami Bios, dll. Setiap bios tersebut memiliki cara yang berbeda pula untuk mengaksesnya.

Cara Masuk ke Menu BIOS di Komputer / Laptop

Untuk mengakses mode BIOS pada komputer / laptop, anda perlu mengikuti langkah-langkah berikut:
  1. Pertama anda harus, hidupkan Komputer atau restart ulang komputer anda.
  2. Tunggu sampai gambar pada layar monitor menampilkan BIOS Screen gambar. Kira-kira seperti gambar dibawah ini.

    Bios Screen
  3. Lalu tekan tombol yang sesuai dengan merk BIOS. Contohnya adalah tombol DEL.
  4. Informasi tombol yang digunakan, biasanya bisa dilihat pada layar (yang berpanah merah)
    Berikut ini ada beberapa tombol keyboard yang digunakan untuk masuk ke BIOS :
    • F1
    • F2
    • DEL
    • ESC
    • F10
    Pada komputer yang jenis lama biasanya menggunakan beberapa tombol dibawah ini :
    • CTRL + ALT + ESC
    • CTRL + ALT + INS
    • CTRL + ALT + ENTER
    • CTRL + ALT + S
    • PAGE UP KEY
    • PAGE DOWN KEY

Kamis, 20 Februari 2020

Jenis-jenis Media Transmisi pada Jaringan

Media transmisi adalah media yang dapat digunakan untuk mengirimkan informasi dari suatu tempat ke tempat lain. Dalam jaringan, semua media yang dapat menyalurkan gelombang listrik atau elektromagnetik atau cahaya dapat dipakai sebagai media pengirim, baik untuk pengiriman dan penerimaan data. Pilihan media transmisi (pengirim) untuk keperluan komunikasi data tergantung pada beberapa faktor, seperti harga, performance jaringan yang dikehendaki, ada atau tidaknya medium tersebut.

1. Copper Media

Copper media merupakan semua media transmisi data yang terbuat dari bahan tembaga. Orang biasanya menyebut dengan nama kabel. Data yang dikirim melalui kabel, bentuknya adalah sinyal-sinyal listrik (tegangan atau arus) digital.

Jenis-jenis kabel yang dipakai sebagai transmisi data pada jaringan :

A. Coaxial Cable
Kabel ini sering digunakan sebagai kabel antena TV. Disebut juga sebagai kabel BNC (Bayonet Naur Connector). Kabel ini merupakan kabel yang paling banyak digunakan pada LAN, karena memiliki perlindungan terhadap derau yang lebih tinggi, murah, dan mampu mengirimkan data dengan kecepatan standar.

Ada 4 jenis kabel coaxial, yaitu :

- Thinnet atau RG-58 (10Base2)
Thinnet atau RG-58 (10Base2)

- Thicknet atau RG-8 (10Base5)
Thicknet atau RG-8 (10Base5)

- RG-59
RG-59

- RG-6
RG-6


Ada 3 jenis konektor pada kabel Coaxial, yaitu T konektor, I konektor (socket) dan BNC konektor. Keuntungan menggunakan kabel koaksial adalah lebih murah dari pada kabel fiber optic dan jarak jangkauannya cukup jauh dari kabel jenis UTP/STP yang menggunakan repeater sebagai penguatnya. Kekurangannya adalah susah pada saat instalasi, baik installasi konektor maupun kabel. Untuk saat ini kabel koaksial sudah tidak direkomendasikan lagi intuk instalasi jaringan.


B. Twisted-Pair cable

Twisted Pair terdiri dari 2 jenis yaitu kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) dan Kabel STP (Shielded Twisted Pair)

Twisted-Pair cable

1.) Kabel STP (Shielded Twisted Pair)
Keuntungan menggunakan kabel STP adalah lebih tahan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik baik dari dari dalam maupun dari luar. Kekurangannya adalah mahal, susah pada saat instalasi (terutama masalah grounding), dan jarak jangkauannya hanya 100m .

2.) Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)
Keuntungan menggunakan kabel UTP adalah murah dan mudah diinstalasi. Kekurangannya adalah rentan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik, dan jarak jangkauannya hanya 100m.

  • Kategori 1 (Cat-1) : Umumnya menggunakan konduktor padat standar AWG sebanyak 22 atau 24 pin dengan range impedansi yang lebar. Digunakan pada koneksi telepon dan tidak direkomendasikan untuk transmisi data.
  • Kategori 2 (Cat-2) : Range impedansi yang lebar, sering digunakan pada sistem PBX dan sistem Alarm. Transmisi data ISDN menggunakan kabel kategori 2, dengan bandwidth maksimum 1 MBps.
  • Kategori 3 (Cat-3) : Sering disebut kabel voice grade, menggunakan konduktor padat sebanyak 22 atau 24 pin dengan impedansi 100 Ω dan berfungsi hingga 16 MBps. Dapat digunakan untuk jaringan 10BaseT dan Token Ring dengan bandwidth 4 Mbps.
  • Kategori 4 (Cat-4) : Seperti kategori 3 dengan bandwidth 20 MBps, diterapkan pada jaringan Token Ring dengan bandwidth 16 Mbps.
  • Kategori 5 (Cat-5) : Merupakan kabel Twisted Pair terbaik (data grade) dengan bandwidth 100 Mbps dan jangkauan transmisi maksimum 100 m.


2. Optical Media

Ada tiga jenis kabel fiber optic yang biasanya digunakan, yaitu single mode, multi mode dan plastic optical fiber yang berfungsi sebagai petunjuk cahaya dari ujung kabel ke ujung kabel lainnya. Dari transmitter^ receiver, yang mengubah pulsa elektronik ke cahaya dan sebaliknya, dalam bentuk light-emitting diode ataupun laser. Kabel fiber optic single mode merupakan fiber glass tunggal dengan diameter 8.3 sampai 10 mikrometer, memiliki satu jenis transmisi yang dapat mengantarkan data berkapasitas besar dengan kecepatan tinggi untuk jarak jauh, dan membutuhkan sumber cahaya dengan lebar spektrum yang lebih kecil. Kemampuan kabel jenis single mode dalam mengantarkan transmisi adalah 50 kali lebih cepat dari kabel jenis multimode, karena memiliki core yang lebih kecil sehingga dapat menghilangkan setiap distorsi dan pulsa cahaya yang tumpang tindih.

Kabel fiber optic multimode terbuat dari fiberglass dengan diameter lebih besar, yaitu 50 sampai dengan 100 mikrometer yang dapat mengantarkan data berkapasitas besar dengan kecepatan tinggi untuk jarak menengah. Apabila jarak yang ditempuh lebih dari 3000 kaki, akan terjadi distorsi sinyal pada sisi penerima yang mengakibatkan transmisi data menjadi tidak akurat. Sedang plastic optical’fiber adalah kabel berbasis plastik terbaru yang menjamin tingkat performa yang sama dengan fiber glass dalam jarak pendek dengan biaya yang jauh lebih murah. 

Saat ini, fiber optic telah digunakan sebagai standar kabel data dalam biding physical layer telekomunikasi atau jaringan, seperti perangkat TV kabel, juga sistem keamanan yang menggunakan Closed Circuit Television (CCTV), dan lain sebagainya Bahan dasar dari optical media adalah kaca dengan ukuran yang sangat kecil (skala mikron).Biasanya dikenal dengan nama fibre optic (serat optic). Data yang dilewatkan pada medium ini dalam bentuk cahaya (laser atau inframerah).

Satu buah kabel fibre optic terdiri atas dua fiber, satu berfungsi untuk Transmit (Tx) dan satunya untuk Receive (Rx) sehingga komunikasi dengan fibre optic bisa terjadi dua arah secara bersama-sama (full duplex).

3. Wireless Network

Saat ini sudah banyak digunakan jaringan tanpa kabel (wireless network), transmisi data menggunakan sinar infra merah atau gelombang mikro untuk menghantarkan data. Walaupun kedengarannya praktis, namun kendala yang dihadapi disini adalah masalah jarak, bandwidth, dan mahalnya biaya. Namun demikian untuk kebutuhan LAN di dalam gedung, saat ini sudah dikembangkan teknologi wireless untuk Active Hub (Wireless Access Point) dan Wireless LAN Card (pengganti NIC), sehingga bisa mengurangi semrawutnya kabel transmisi data pada jaringan komputer. Wireless Access Point juga bisa digabungkan (up-link) dengan ActiveHub dari jaringan yang sudah ada.

Wireless NetworkWireless Network



Media transmisi wireless menggunakan gelombang radio frekuensi tinggi. Biasanya gelombang elektromagnetik dengan frekuensi 2.4 Ghz dan 5 Ghz. Data-data digital yang dikirim melalui wireless ini akan dimodulasikan ke dalam gelombang elektromagnetik ini.

Bagaimana Memeriksa Processor x86 (32-bit) atau x64 (64-bit) pada Windows?

Kebanyakan pengguna komputer saat ini masih menggunakan Sistem Operasi Windows 10 atau 7. Kesemua Versi yang digunakan juga masih menggunakan jenis processor x86 (32- bit). Mengapa banyak user yang menggunakan Jenis processor x86 dibandingkan x64 ? Mungkin yang menjadi dasar bagi pengguna tersebut adalah bahwa developer software saat ini lebih dominan membuat aplikasi berdasarkan Windows x86 dibandingkan x64.

Bagaimana Memeriksa Processor x86 (32-bit) atau x64 (64-bit) pada Windows?


Jadi ketersediaan software untuk versi x86 lebih banyak ketimbang x64. Ada kemungkinan software yang didesign untuk x86 dapat berjalan pada Processor x64, tetapi tidak semua. Sedangkan Software yang khusus dibuat untuk x64 tidak bisa digunakan pada x86.

Perbedaan mendasar processor x86 (32-bit) dan x64 (64-bit) adalah mengacu pada teknologi pemrosesan (processor) pada komputer mengenai bagaimana menangani informasi. Processor x64 akan mampu mereferensikan pengalamatan data pada memory lebih cepat dibanding processor x86.

Jika anda ingin melakukan instalasi Sistem Operasi Windows pada PC atau Laptop, tentu saja harus memperhatikan jenis processor apa yang digunakan ? Jadi tidak bisa sembarangan. Dan versi Windows yang digunakan juga harus menyesuaikan dengan Processor yang ada. Karena Windows 64 bit hanya dapat diinstall pada komputer yang processornya sudah mempunyai kemampuan x64 (64-bit), dan Windows 32-bit dapat diinstall pada processor dengan kemampuan x86 (32-bit) maupun x64 (64-bit).

Cara Mengecek Tipe Processor 32-bit atau 64-bit

Bagaimana cara untuk mengetahui jenis processor apa yang digunakan oleh sebuah PC atau Laptop pada Windows 10 atau 7 ? Dan apakah Compatible dengan Processor x64 (64-bit) ?, untuk dapat mengetahui jenis processor ada 4 cara yaitu :

Cek Tipe Prosesor Melalui Control Panel

Cek Tipe Prosesor Melalui Control Panel

  1. Pertama yang dilakukan ialah. Klik Start lalu ketik pada kolom pencarian "Control Panel"
  2. Setelah terbuka Control Panel pilih pada bagian "View By" ubah dan pilih Small Icons
  3. Setelah itu pilih menu System yang ada pada Control Panel, maka akan muncul tampilan mengenai informasi komputer atau laptop kamu

Cek Tipe Prosesor Berapa Bit Melalui System Information / MSInfo32
  1. Langkah pertama klik menu Start, lalu ketikan System Information / MSInfo32
  2. Bisa dilihat pada item System Type menampilkan x64-based PC jika kompatibel dengan x64, dan X86-based PC jika hanya mendukung tipe x86 (32-bit)

Cek Tipe Prosesor Menggunakan Aplikasi CPU-Z

CPUZ merupakan utility yang digunakan untuk menampilkan semua informasi tentang CPU (Processor), Cache, Mainboard, Memory, dll yang digunakan pada sebuah PC atau Laptop. Untuk bisa menggunakannya silahkan Download CPUZ. Informasi akan ditampilkan pada bagian Instructions pada CPU tab, jika menampilkan EM64T (Intel Processor) atau AMD64 (AMD Processor). Jadi jika menampilkan kedua status tersebut, berarti anda dapat menginstalkan Windows versi 64-bit.

Rabu, 19 Februari 2020

Cara Mengatasi Internet Lemot di Windows 10

MENGATASI INTERNET LAMBAT DI WINDOWS 10

Akses internet yang cepat merupakan satu kebutuhan yang harus bisa dipenuhi saat ini. Banyak pengguna yang memerlukannya, terutama bagi para pekerja jarak jauh yang sangat memerlukan kecepatan internet stabil. Namun terkadang kecepatan internet bukan hanya soal limit dan banyaknya user di satu jaringan yang sama, tapi bisa jadi karena ada pengaturan khusus di sistem operasi pada laptop, sehingga membuka halaman di browser terasa lemot atau lambat dan menguji kesabaran.

Kebanyakan pengguna internet saat ini sudah beralih menggunakan Windows 10 sebagai OS utama di komputer atau laptop mereka. Sistem operasi paling baru dari Microsoft itu memang memiliki banyak fitur menarik dan tampilan yang segar. Apalagi saat ini sudah banyak aplikasi yang bisa dijalankan dengan lancar. Namun sayangnya, ada satu fitur tersembunyi di dalam sistem yang jarang diketahui pengguna. Salah satunya dapat menyebabnya lemot atau lambatnya internet saat digunakan.

Mengapa Internet Lemot di Windows 10

Jawabannya bisa iya, bisa juga tidak. Ada fitur-fitur khusus di Windows 10 yang dimaksudkan untuk memaksimalkan pekerjaan yang dilakukan menggunakan sistem operasi tersebut, termasuk untuk urusan browsing. Tapi tidak semua pengguna bisa mersakan hal tersebut dengan sangat baik. Pada pengguna tertentu misalnya, apa yang sudah dimaksimalkan tidak bisa dinikmati sebagaimana mestinya. Bukan karena Windows mereka bermasalah, tapi bisa juga disebabkan oleh router yang belum mendukung teknologi yang ditawarkan oleh Windows 10.

Penyebab Internet Lemot di Windows 10

Berikut beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi cepat lambatnya internet kamu pada saat menggunakan Windows 10:

Windows Auto Tuning Level

Auto Tuning Level adalah sebuah mode di Windows yang sebenarnya sudah diperkenalkan oleh Microsoft sejak adanya Windows Vista, dan kali ini juga dibawa secara default pada Windows 10, utamanya Windows 10 Anniversary Update. Pada versi tersebut Windows Auto Tuning Level diatur ke mode normal. Untuk mengetahuinya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan menggunakan command prompt.

Fitur tersebut dikembangkan dengan tujuan mengoptimalkan kinerja sejumlah program yang bekerja setiap kali proses transfer file terjadi. Fitur tersembunyi ini juga dirancang untuk menangani program yang memperoleh data TCP melalui jaringan. Tapi, disadari atau tidak, saat kecepatan internet di Windows 10 terbaru terasa lambat, fitur tesebut disebut-sebut sebagai penyebabnya. Jika hal itu terjadi padamu, maka langkah terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan menonaktifkannya.

Cara Mempercepat Koneksi Internet di Windows 10

Untuk melakukan disable auto tuning level di Windows 10, kamu bisa mencoba melakukan cara berikut ini melalui command prompt. Caranya adalh sebagi berikut:

Pertama, Letik “CMD” (tanpa tanda petik) di menu pencarian, lalu klik kanan dan pilih “run as administrator”. Setelah command prompt terbuka, ketikkan perintah:
netsh interface tcp show global
Perintah tersebut adalah untuk mengetahui apakah fitur Windows Auto Tuning level di Windows yang kita gunakan dalam keadaan aktif atau tidak. Biasanya akan ditulis sebagai “normal”.

Artinya fitur tesebut sudah aktif dan diatur ke mode normal. Jika kamu yakin ini adalah masalah yang menyebabkan internetmu terasa lambat, matikan fiturnya dengan mengikuti langkah berikut ini. :

Buka CMD, lalu setelah itu ketikan perintah
netsh int tcp set global autotuninglevel=disabled
Perintah di atas adalah untuk men-disable Auto Tuning level. Akan ada pesan “Ok” yang menandakan fitur tersebut sudah tidak aktif lagi. Untuk memastikannya, silahkan restart komputermu dan coba dengan melakukan browsing seperti biasa.