Sejarah Permulaan Aljabar (Al-Jabr) Matematika

Sejarah Aljabar, Awal Mula Aljabar


Aljabar telah berkembang sejak zaman Mesir kuno lebih dari 3500 tahun yang lalu. Contohnya dapat dilihat pada lempengan lontar peninggalan bangsa Rhind. Orang-orang Mesir menulis permasalahan-permasalahan dalam kata-kata, menggunakan kata “heap” untuk mewakili bilangan apa saja yang tidak diketahui.

Sekitar tahun 300 SM, seorang sarjana Yunani kuno, Euclid, menulis buku yang berjudul Elements; dalam buku-buku tersebut ia mencamtumkan beberapa “identitas” (rumus aljabar yang benar untuk semua bilangan) yang ia kembangkan dengan mempelajari bentuk-bentuk geometris.

Orang-orang Yunani kuno menuliskan permasalahan-permasalahan secara lengkap jika mereka tidak dapat memecahkan permasalahan tersebut dengan menggunakan geometri. Cara ini disebut “aljabar retoris”, yang membatasi kemampuan mereka untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yang mendetil. Pada abad ke-3, Diophantus of Alexandria (250 M) menulis sebuah buku berjudul Aritmatika, dimana ia menggunakan symbol-simbol untuk bialangan-bilangan yang tidak diketahui dan untuk operasi-operasi seperti penambahan dan pengurangan. Sistemnya tidak sepenuhnya dalam bentuk symbol; tetapi berada di antara system Euclid dan apa yang digunakan sekarang ini. Hal ini disebut “Aljabar Sinkopasi”

Sejarah Aljabar Karena Pengaruh Arab


Meskipun bangsa Arab menutup sekolah Yunani kuno terakhir ketika mereka menguasai Alexandria pada tahun 641 M, bangsa Arab mempertahankan dan mengembangkan ide-ide matematika Yunani untuk berabad-abad. Mereka membawa ide-ide Yunani tersebut ke Eropa Barat setelah menduduki Spanyol pada tahun 747 M.

Bangsa Arab pertama kali mempertemukan ide-ide tersebut ketika mereka bertemu dokter-dokter Yunani yang bekerja di kota-kota Arab. Mereka juga terbiasa dengan pekerjaan sarjana-sarjana Hindu di India. Dua orang sarjana yang terkenal adalah Brahmagupta (598 – 660 M) dan Arya-Bhata (475 – 550 M). diantara penemu-penemu lainnya, Brahmagupta , seorang astronom menemukan banyak ciri-ciri untuk luas dan volume benda padat. Arya-Bhata menciptakan table sinus (ratio-ratio istimewa) dan mengembangkan sebuah bentuk aljabar sinkopasi seperti system yang dibuat oleh Diophantus.

Setelah sarjana-sarjana Arab memahami ide-ide bangsa Yunani dan Hindu, mereka memulai mengembangkan cara-cara mereka sendiri. Sumbangan yang sangat berarti untuk aljabar dibuat oleh Muhammad Al-Khawarizmi (780-850 M). Sekitar tahun830 M, ia menulis 3 buku mengenai Matematika. Bukunya yang paling penting berjudul Hisal Al-Jabr wa’l muqabalah ( perhitungan dengan restorasi dan reduksi ). 

Restorai maksudnya menyederhanakan sebuah rumus dengan menggunakan operasi yang sama di kedua sisinya. Reduksi berarti mengkombinasikan bagian-bagian yang berbeda dari sebuah rumus untuk kemudian menyederhanakannya. Keduanya merupakan cara-cara yang pokok dalam aljabar sekarang ini. Kenyataanny, pemikiran-pemikiran Al-Khawarizmi telah menjadi hal yang berpengaruh di mana kita belajar Aljabar (Al-Jabr) yang di ambil dari sebuah bukunya.

Demikianlah sedikit artikel dari AkuCari.Info mengenai Sejarah Permulaan Aljabar (Al-Jabr). Dengan sedikit sejarah mengenai Aljabar ini, kita bisa mengambil hikmah bahwa mencari ilmu itu bisa dilakukan kepada siapa saja, baik itu orang hindu atau orang Yunani. Dimana kita juga harus menanamkan kepada diri kita untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang telah ada.

Belum ada Komentar untuk "Sejarah Permulaan Aljabar (Al-Jabr) Matematika"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel